Kamis, 01 Maret 2012

NEW SELO

Karena lokasinya tidak begitu jauh dari rumah, maka untuk mengisi waktu liburan ini, saya jalan-jalan ke daerah Boyolali, Jawa Tengah. Rencana semula adalah Ketep, tapi malah nyasar ke New Selo di kaki gunung Merapi.
Jika berangkat pagi dan tidak macet, bisa ditempuh sekitar satu jam dari kota Solo. Melalui rute menuju candi borobudur yang melewati lereng gunung merapi, New Selo terletak di sebelah kanan. Terlihat dari tulisan “NEW SELO” yang sangat jelas (a la tulisan Hollywood) ketika kita berada di antara gunung Merapi dan Merbabu.
The New Selo Boyolali Jawa Tengah Indonesia
New Selo merupakan titik tertinggi di daerah Boyolali yang masih bisa dijangkau oleh kendaraan seperti mobil dan motor. Sebenarnya saya kurang tahu apa fungsi lokasi ini, tapi sepertinya New Selo lebih difungsikan sebagai pos istirahat (atau tempat parkir kendaraan?) bagi para pendaki gunung yang ingin mendaki puncak Merapi. Di sini juga terdapat warung, pos untuk melihat puncak Merbabu dan Merapi.
Jika cuaca cerah dan tidak berkabut, dari sini kita bisa melihat puncak Merbabu dan Merapi dengan sangat jelas. Karena di lokasi ini ada semacam pos untuk memantau gunung Merbabu. Juga dua landscape, di timur ada kota Solo, dan di barat ada Magelang. Jika turun ke barat, maka kita bisa menemui objek wisata lain yaitu daerah Ketep, bahkan lebih jauh lagi Borobudur. Jika ke timur, sampai Boyolali, dan kota budaya Solo. Selain itu, lokasi ini tepat untuk photo pre-wedding. Di pinggiran jalan, sepanjang perjalanan menelusuri lereng merapi anda juga bisa melihat banyak bunga mekar.
Sedikit tips jika ingin ke lokasi ini, yaitu berangkat pada musim panas (antara Mei dan Juni) dimana cuaca relatif cerah dan tidak berkabut. Dari perbatasan Solo-Boyolali, kita bisa langsung melihat apakah puncak Merapi berawan alias berkabut atau tidak. Dan cobalah berangkat pada pagi hari, selain untuk menghindari kabut, juga sinar matahari belum terlalu terik, sehingga bagi anda pecinta fotografi pencahayaan pagi hari di lokasi ini sudah sangat pas.
Gunung Merbabu dilihat dari New Selo
Sayangnya, New Selo masih belum bisa dijadikan tempat berlibur utama keluarga, karena pada dasarnya yang ditawarkan adalah tempat yang tenang dengan pemandangan indah, dan udara sejuk. Belum ada hal yang bisa digunakan untuk “bermain” anak-anak. Dan tidak ada tempat yang “berair”. Tempat untuk “mengisi perut” juga masih tidak terlalu banyak pilihan di lokasi ini. Tapi kalau hanya untuk sekadar pacaran sih boleh juga. :)

CANDI GEDONG SONGO

eksotisme relief candi gedong songoCandi Gedong Songo berada di lereng Gunung Ungaran, tepatnya di Candi Gedongsongo, Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang dan kompleks candi ini dibangun pada abad ke-9 Masehi. Gedong Songo berasal dari bahasa Jawa, “Gedong” berarti rumah atau bangunan, “Songo” berarti sembilan. Jadi Arti kata Gedongsongo adalah sembilan (kelompok) bangunan.
Lokasi 9 candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang indah. Di sekitar lokasi juga terdapat hutan pinus yang tertata rapi serta mata air yang mengandung belerang. Kabut tipis turun dari atas gunung sering muncul mengakibatkan mata tidak dapat memandang Candi Gedongsongo dari kejauhan. Candi ini memiliki persamaan dengan kompleks Candi Dieng di Wonosobo. Candi ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut sehingga suhu udara disini cukup dingin.
Untuk menuju ke Candi Gedong I, kita harus berjalan sejauh 200 meter melalui jalan setapak yang naik. Anda bisa memanfaatkan jasa transportasi kuda untuk berwisata mengelilingi obyek wisata Candi Gedongsongo. Tahun 1740, Loten menemukan kompleks Candi Gedong Songo. Tahun 1804, Raffles mencatat kompleks tersebut dengan nama Gedong Pitoe karena hanya ditemukan tujuh kelompok bangunan. Van Braam membuat publikasi pada tahun 1925, Friederich dan Hoopermans membuat tulisan tentang Gedong Songo pada tahun 1865. Tahun 1908 Van Stein Callenfels melakukan penelitian terhadapt kompleks candi dan Knebel melakukan inventarisasi pada tahun 1910-1911.
Disela-sela antara Candi Gedong III dengan Gedong IV terdapat sebuah kepunden gunung sebagai sumber air panas dengan kandungan belerang cukup tinggi. Para wisatawan dapat mandi dan menghangatkan tubuh disebuah pemandian yang dibangun di dekat kepunden tersebut. Bau belerangnya cukup kuat dan kepulan asapnya lumayan tebal ketika mendekati sumber air panas tersebut. Karena keindahannya Candi Gedong Songo ini sering menjadi tempat yang indah untuk foto foto 
Tiket Masuk: Dewasa/5 tahun ke atas: Rp 5.000/orang dan Rp 25.000/orang untuk Wisatawan Asing.
Tarif Jasa Naik Kuda Candi Gedong Songo
- Wisata Desa Rp 25.000 (Wisman Rp 35.000)
- Ke Air Panas Rp 40.000 (Wisman Rp 60.000)
- Ke Candi II Rp 30.000 (Wisman Rp 40.000)
- Paket candi Songo Rp 50.000 (Wisman Rp 70.000)
Untuk menuju Candi Gedong Songo diperlukan perjalanan sekitar 40 menit dari Kota Ambarawa dengan jalanan yang naik, dan kemiringannya sangat tajam. Lokasi candi juga dapat ditempuh dalam waktu 10 menit dari obyek wisata Bandungan. Berikut daftar jarak tempuh menuju candi ini.
- Ungaran – Gedong Songo : 25 km
- Ambarawa – Gedong Songo : 15 km
- Semarang – Gedong Songo : 45 km
GPS Waypoint: 7°12’39.72”S (Latitude) 110°20?32.88” E (Longitude)
Google Map Refference (-7.211033,110.342467)

MASJID AGUNG JAWA TENGAH


masjid dan payung elektrik
Masjid Agung Jawa Tengah adalah Masjidyang terletak di jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang Jawa Tengah. Masjid ini sangat megah dengan luas lahan mencapai 10 Hektar dan luas bangunan induk untuk shalat 7.669 meter persegi tersebut bargaya arsitektur perpaduan antara Jawa, Jawa Tengah dan Yunani.
Masjid Agung Jawa Tengah Semarang ini dibangun pada hari Jumat, 6 September 2002 yang ditandai dengan pemasangan tiang pancang perdana yang dilakukan Menteri Agama Ri, Prof. Dr. H. Said Agil Husen al-Munawar, KH. MA Sahal Mahfudz dan Gubernur Jawa Tengah, H. Mardiyanto, akhirnya Masjid Agung Jawa Tengah Ini diresmikan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006.
Meskipun baru diresmikan pada tanggal 14 Nopember 2006, namun masjid ini telah difungsikan untuk ibadah jauh sebelum tanggal tersebut. Masjid megah ini telah digunakan ibadah shalat jum’at untuk pertama kalinya pada tanggal 19 Maret 2004 dengan Khatib Drs. H. M. Chabib Thoha, MA, Kakanwil Depag Jawa Tengah.
Di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah Semarang ini terdapat Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah di Tower Asmaul Husna Lantai 2 dan 3, Hotel Graha Agung di sisi Utara dan resto yang memiliki view terbaik di Kota Semarang ini di Tower Asmaul Husna Lantai 18

Kamis, 23 Februari 2012

JANGAN PERNAH MENGENAL NARKOBA


Kita tentu sering mendengar bahwa di kalangan remaja/pelajar beredar Narkoba. Penyalahgunaan Narkoba di kalangan remaja/pelajar merupakan masalah yang kompleks. Kenapa? Oleh karena tidak saja menyangkut pada remaja atau pelajar itu sendiri, tetapi juga melibatkan banyak pihak baik keluarga, lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, teman sebaya, tenaga kesehatan, serta aparat hukum, baik sebagai faktor penyebab, pencetus ataupun yang menanggulangi.

Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa puber. Pada masa inilah umumnya dikenal sebagai masa "pancaroba" keadaan remaja penuh energi, serba ingin tahu, belum sepenuhnya memiliki pertimbangan yang matang, mudah terombang-ambing, mudah terpengaruh, nekat dan berani, emosi tinggi, selalu ingin coba dan tidak mau ketinggalan. Pada masa-masa inilah mereka merupakan kelompok yang paling rawan berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.

Pengetahuan mengenai bahaya narkoba ini hanyalah merupakan salah satu segi yang perlu disampaikan agar mereka sadar akan dampaknya terhadap kesehatannya bahkan ancaman terhadap kehidupannya. Kalau saja semua perilaku pada masa remaja tersebut terarah dengan baik pada hal-hal yang positif tentunya akan dihasilkan remaja/pelajar yang berprestasi sebagai tumpuan masa depan, tetapi sebaliknya akan menghasilkan perilaku negatif seperti kenakalan remaja, tindak kejahatan, rusaknya fisik dan mental yang sangat merugikan dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya.

NAPZA ialah singkatan dari Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif, bahasa “kerennya” adalah NARKOBA yang merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat Berbahaya. Masyarakat sudah banyak mendengar suguhan kata-kata ini dan telah menjadi ancaman di depan mata.

Kata “Narkotika” sendiri berasal dari Bahasa Yunani “Narkoum” yang berarti membuat lumpuh atau membuat mati rasa. Namun perlu diketahui sebelumnya bahwa narkotika memiliki khasiat dan manfaat yang digunakan dalam kedokteran dalam penanganan kesehatan dan pengobatan, serta berguna bagi penelitian perkembangan ilmu pengetahuan farmasi / farmakologi. Ironisnya saat ini malah disalahgunakan oleh pihak tertentu yang menjadikan narkotika sebagai komoditas ilegal.

Narkoba menyerang dan merusak syaraf manusia ini mengakibatkan perasaan dan akal seseorang tidak berfungsi normal. Bila dua organ tersebut tidak berfungsi, sebenarnya manusia itu telah kehilangan kemanusiaannya. Pada awalnya Alkohol dan Rokok ialah pintu masuk seseorang terjerumus narkoba.

Sebagai manusia yang beragama islam memakai narkoba itu hukumnya haram, sejak Musyawarah Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) 10 Pebruari 1978 telah menyampaikan fatwa yang ditandatangani oleh KH Syukri Ghazali (Ketua Komisi Fatwa MUI) dan H. Amirudin Siregar (Sekretaris Komisi Fatwa MUI). Islam memandang manusia sebagai makhluk yang terhormat, layak , dan mampu mengemban amanah setelah terlebih dahulu melalui seleksi diantara makhluk Tuhan lainnya, sebagaimana Allah berfirman dalam QS Al Ahzab ayat 72 :

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit dan bumi serta gunung-gunung, maka semuanya enggan memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh”.

Dalam Islam, narkotika ini sering di sebut juga “hasyisyi”. Dalam Kitab “Hisyayatul As Syariah” karangan Ibnu Tamiah di sebutkan bahwa:

“Hasyisyi itu hukumnya haram dan orang yang meminumnya dikenakan hukuman sebagai mana orang yang meminum khamr”

Dan ada salah satu Hadis Sholeh riwayat Bukhori Muslim yang Berbunyi:

“Tiap-tiap barang yang memabukkan haram”.

Dari beberapa Firman dan Hadis di atas kita harus lebih meyakini lagi bahwa NARKOBA itu hukumnya haram.

PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NARKOBA:
Penyebabnya sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor :
1. Faktor individual :
Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat.
2. Faktor Lingkungan :
Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar rumah, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat.
Lingkungan Keluarga :

a. Komunikasi orang tua dan anak kurang baik
b. Hubungan kurang harmonis
c. Orang tua yang bercerai
d. Orang tua terlampau sibuk, acuh
e. Orang tua otoriter
f. Kurangnya orang yang menjadi teladan dalam hidupnya
g. Kurangnya kehidupan beragama.

Lingkungan Sekolah :

a. Sekolah yang kurang disiplin
b. Sekolah terletak dekat tempat hiburan
c. Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri
d. Adanya murid pengguna NARKOBA.

Lingkungan Masyrakat / Sosial :
a. Lemahnya penegak hukum
b. Situasi politik, sosial dan ekonomi yang kurang mendukung.

Faktor – faktor tersebut diatas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NARKOBA. Ada Pepatah mengatakan “Mencegah lebih baik dari pada mengobati”, akan benar-benar terbukti dalam kasus narkoba. Mereka yang sudah terjerumus sampai menimbulkan ketergantungan akan sulit untuk di tangani dan sukar untuk di berikan pengarahan . Umumnya sukar untuk menghentikan pemakaian Narkoba.Ada Beberapa hal yang perlu kita lakukan demi menjaga seseorang agar tidak terjerumus kepada narkoba, diantaranya:

1. Pendidikan Agama Sejak Dini

Pendidikan Agama Islam sangat perlu dilaksanakan sejak dini. Bukan hanya itu, bahkan anak yang masih dalam kandungan Sang Ibupun usaha mendidik anak tersebut sudah harus dilaksanakan yaitu dengan jalan kedua orangtuanya selalu berakhlak dan berbudi baik, menyempurnakan ibadah, memperbanyak bersedekah, membaca Al Qur’an, berpuasa, dan berdoa kepada Allah dengan tulus agar anak yang akan lahir nanti dalam bentuk fisik yang sempurna dan merupakan anak yang berjiwa shaleh.

2.Pendidikan di Lingkungan Keluarga

Unit terkecil dari masyarakat adalah rumah tangga. Di sinilah tempat pertama bagi anak-anak memperoleh pendidikan perihal nilai-nilai sejak anak dilahirkan. Maka dengan demikian orang tua sangat berperan pertama kali dalam mendidik, mengajar, membimbing, membina, dan membentuk anak-anaknya dengan :

1. Memberikan kasih sayang, pengorbanan, perhatian, teladan yang baik, pengaruh yang luhur.

2. Menanamkan nilai-nilai agama (iman dan ibadah), akhlak budi pekerti, disiplin dan prinsip-prinsip luhur lainnya.

3. Melakukan kontrol, filter, pengendalian, dan koreksi seluruh sikap anak-anaknya secara bijaksana baik di rumah maupun di luar.

4. Memelihara kesejukan, ketentraman, kesegaran, keutuhan, dan keharmonisan rumah tangga sehingga anak-anak merasa tenang, nyaman, aman, damai, bahagia, dan betah tinggal di tengah-tengah pergaulan keluarga setiap hari.

3.Pendidikan Agama di Sekolah / Kampus

Sekolah maupun prguruan tinggi ialah tempat guru mengajar/mendidik dan murid belajar dan terdidik, sehingga terciptalah masyarakat pendidikan yang bertujuan menumbuhkan, mengembangkan, dan membentuk kepribadian, pengetahuan dan keterampilan anak didik yang kelak akan tumbuh menjadi manusia seutuhnya. Untuk itu, sekolah maupun perguruan tinggi harus berorientasi pada pembangunan dan kemajuan sehingga dapat mencetak sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan mempunyai keterampilan yang tinggi serta memiliki wawasan masa depan yang luas, berakhlak mulia, juga berbudi pekerti luhur.

Bersihkan Pemuda Indonesia Dari Narkoba

, Asisten Deputi Kaderisasi Kepemimpinan Pemuda, Nur Edi Boediono menegaskan, pemuda pemudi Indonesia harus bersih dari penyalahgunaan Narkoba, dengan terus membekali mereka tentang bahaya yang ditimbulannya.
“Kita tidak ingin bangsa ini akan kehilangan pemuda/pemudi sebagai generasi penerus hanya karena mereka terlibat penyalahgunaan Narklahgunaan Narkoba saat ini, khususnya bagi pemuda pemudi Indonesia atakan perang terhadap Narkoba.
Narkoba menjadi musuh kita bersama. Dan semua elemen harus menyatakan kepeduliannya atas pemberantasan Narkoba dimanapun berada.
“Polda pun dapat menjadikan generasi pemuda/pemudi ini menjadi mitra dalam upaya pemberantasan Narkoba, disamping elemen masyarakat lainya,” demikian Nur Edi Budiono. (Narjo)

Cara untuk memulihkan kondisi pemakai Narkoba

Tips untuk memulihkan atau menyembuhkan kondisi pemakai Narkoba - Berikut ini,ada beberapa cara untuk bisa memulihkan kondisi seorang pemakai narkoba, tentunya, yang pertama harus di miliki sebelum korban itu masuk ke dalam tahap pengobatan, adalah niat untuk sembuh biar gimana pun kerasnya usaha keluarga atau teman dekatnya untuk mengobati si korban itu, tanpa niat sembuh, percayalah semua itu gak bakalan berhasil.

Setelah si korban itu, udah berniat kuat untuk sembuh, cara pertama yang harus di lakukan adalah:

Pertolongan Pertama;
Penderita di mandikan dengan air hangat,minum banyak,makan-makanan yang bergizi dalam jumlah sedikit dan sering,dan di alihkan perhatiannya dari narkoba,Bila tak berhasil,perlu pertolongan dokter. pengguna harus di yakinkan bahwa gejala-gejala sakau,mencapai puncak dalam 3-5 hari dan setelah 10 hari akan hilang.

Detoksifikasi;
Detoksifikasi adalah proses menghilangkan racun (zat narkotika atau adiktif lain) dari tubuh,dengan cara di pakai atau penurunan dosis obat pengganti.Deteksifikasi dapat di lakukan dengan berobat jalan atau di rawat di Rumah sakit.Biasanya,proses DEteksifikasi di lakukan terus menerus selama satu sampai tiga minggu,hingga hasil test urine menjadi negatif dari zat adiktif.

Rehabilitasi;
Setelah menjalani DEtoksifikasi hingga tuntas (test urine sudah negatif),tubuh secara fisik memang tidak "ketagihan" lagi.Namun,secara psikis ada rasa rindu dan kangen terhadap zat tersebut.hal itu masih membuntutialam pikiran dan perasaan sang pecandu.Ia masih sangat rentan dan masih sangat besar kemungkinan kembali mencandu dan terjerumus lagi.Untuk itu,setelah di detoksifikasi perlu juga di proteksi lingkungan dan pergaulan yang bebas dari lingkungan pecandu.misalnya dengan memasukan mantan pecandu ke pusat rehabilitasi.
Beberapa cara lainnya adalah melakukan terapi yang di sebut D.O.C.A sebelum melakukan terapi D.O.C.A tentu harus cek dulukondisi si pecandu tersebut,yang memerlukan terapi D.O.C.A itu adalah mereka (pasien)dengan tingkat keparahan putus opoid 2 dan 3 pada sekala Himmelsbach yaitu antara lain adanya gejala merasa sakit seluruh tubuh,panas dingin,gemetaran,mual dsb.juga mereka yang takut dengan cara Detoksifikasi lain atau menghendakinya.

Plus,harus tahu juga riwayat kesehatan pasien sebelumnya. D.O.C.A mempunyai syarat medis tertentu. yang membatasi agar tidak terjadi komplikasi berat.yaitu termasuk sedang tidak hamil,tidak menderita hepotitis akut,tidak mengalami gangguan jiwa berat (psikosis),atau tidak sakit parah lainnya yang beresiko dengan anestesia seperti infeksi jantung,infeksi paru-paru,atau gagal ginjal.

AMALAN RINGAN BERPAHALA BESAR



· Wudhu’.
Dari uqbah bin Amir, dia berkata, “Kami memelihara onta shadaqah secara bergilir, lalu tiba pada giliranku.Pada sore harinya aku mengembalikannya ke kandang penampungan, lalu kulihat Rosululloh saw. Berdiri sambil menyampaikan perkataan kepada orang-orang. Aku sempat mendengar dari sabda beliau itu : “Tidaklah seorang Muslim mengambil wudhu’, lalu membaguskan wudhu’nya, kemudian berdiri dan sholat dua rakaat, menghadap dengan hati dan wajahnya, melainkan ia mendapat balasan surga.””
Uqbah berkata, “Betapa murah hati hal ini.” Tiba-tiba ada seseorang dihadapanku yang berkata, “Yang sebelum itu jauh lebih murah hati.” Aku memandang, ternyata dia adalah Umar.Dia berkata, “Sebenarnya aku telah melihatmu telah datang sejak tadi.Beliau bersabda: “Tidaklah salah seorang di antara kalian mengambil wudhu’, lalu menyempurnakan atau meratakan wudhu’ (ke anggota tubuh yang dibasuh), kemudian berkata, ‘Aku bersaksi bahwa tiada Ilah selain Alloh, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba Alloh dan Rosul-Nya, melainkan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia bisa masuk dari pintu mana pun yang dikehendakinya.” (Diriwayatkan Muslim)
Menurut Imam An-Nawawy tentang makna sabda beliau, “Kemudian berdiri dan sholat dua rakaat, menghadap dengan hati dan wajahnya”, bahwa beliau memadukan dua kata ini (hati dan wajah) sebagai wakil dari berbagai jenis ketundukan dan kekhusyu’an, karena tunduk itu ada dalam anggota tubuh, dan khusyu’ itu ada di dalam hati. Begitulah menurut pendapat jama’ah ulama.
Perkataan Uqbah, “Betapa murah hati hal ini”, maksudnya perkataan, faidah, kabar gembira atau ibadah ini. Kemurahannya bisa dilihat dari beberapa sisi, karena amalannya mudah dan sederhana, setiap orang bisa melakukannya tanpa kesulitan. Sementara itu, pahalanya amat besar. Wallohu a’lam.
Menurut An-Nawawy, hadits ini bisa dpadukan dengan apa yang disebutkan di dalam riwayat At-Tirmidzy secara muttashil: “Ya Alloh, masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat dan masukkanlah aku ke dalam goongan orang-orang yang bersuci.”
Bisa juga ditambahkan dengan riwayat An-Nasa’y di dalam kitabnya, amalul-yaum wal-lailah, secara marfu’: “Maha Suci engkau, ya Alloh, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Ilah selain engkau semata, yang tiada sekutu bagi-Mu, aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu.”
 · Sholat sunat fajar.
Dari Aisyah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: “Dua rakaat fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (Diriwayatkan Muslim dan At-Tirmidzy).
Yang dimaksud sholat fajar disini adalah sholat sunat sebelum subuh. Lalu bagaimana halnya dengan sholat wajib itu sendiri? Tentu pahalanya jauh lebih besar.
Aisyah meriwayatkan, bahwa beliau pernah bersabda tentang kedudukan dua rakaat pada saat terbit fajar: “Sesungguhnya dua rakaat ini lebih kucintai daripada dunia seisinya.”
Aisyah juga menyebutkan bahwa tidak ada sholat nafilah yang lebih banyak dilakukan oleh Nabi saw selain dari dua rakaat sholat fajar.
Dua hadits ini diriwayatkan oleh Muslim, yang sekaligus merupakan dalil keutamaannya yang besar.
***